Thursday, September 24, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Kami, Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Pandu, mengucapkan:

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. MUDAH-MUDAHAN DI HARI YANG FITRI INI KITA KEMBALI SUCI DAN AKAN BERUSAHA UNTUK TETAP SUCI.

Sunday, September 13, 2009

Foto-Foto Latihan Siswa PSHT Rayon Pandu, Bogor





Latihan Gabung Siswa Putih PSHT Cabang Bogor






Latihan wajib bagi siswa putih adalah di Cabang. Siswa putih bukan lagi "milik" rayon atau ranting, melainkan "milik" cabang. Kami beri tanda petik pada kata milik mengandung makna bahwa kepemilikan siswa putih ini sudah menjadi tanggung jawab cabang kendatipun siswa putih juga tetap harus latihan di rayon atau ranting masing-masing. Kegiatan latihan gabungan di Cabang Bogor diadakan satu bulan sekali, setiap malam Minggu di minggu kedua setiap bulan. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa sebagian rayon sangat jauh dari Padepokan. Rayon Pandu khususnya, harus menempuh perjalanan menggunakan mobil selama sekitar 1,5 jam. Itu pun jika tidak macet. Oleh karena itu berdasarkan musyawarah tingkat cabang maka latihan gabungan untuk tahun 2009 ini diadakan satu bulan sekali, untuk penyamaan jurus dan senam. Masalah teknis pemberian senam dan jurus diberikan di masing-masing ranting atau rayon tempat latihan. Tahun ini siswa putih dari Rayon Pandu berjumlah 20 orang, terdiri atas:

  1. Rahmat Hidayat, S.Pd. (24 tahun), guru olahraga di SMK Pandu
  2. Angga Minggayanto (20 tahun), mahasiswa semester 5 D3 Ilmu Komputer IPB
  3. Prayitno (23 tahun), mahasiswa IESP STIE Pandu Madania semester 7.
  4. Miyos Siswo (21 tahun), mahasiswa IESP STIE Pandu Madania semester 5.
  5. Ujang Sasmita (19 tahun), mahasiswa STIE Pandu Madania semester 1.
  6. Teguh Purnomo (18 tahun), siswa kelas III Teknik Otomotif SMK Pandu
  7. Joko Eko Pramono (18 tahun), siswa kelas III Teknik Otomotif SMK Pandu
  8. Ikhwan Kumaedi (18 tahun), siswa kelas III Teknik Otomotif SMK Pandu
  9. Anjaulloh (18 tahun), siswa kelas III Teknik Elektronika SMK Pandu
  10. Arifin Surohman (19 tahun), alumni Teknik Komputer dan Jaringan SMK Pandu
  11. Sugeng Widodo (19 tahun), alumni Teknik Otomotif SMK Pandu
  12. Agung (24 tahun), karyawan di klinik Cibatok, Cibungbulang
  13. Suliyah (23 tahun), mahasiswa IESP STIE Pandu Madania semester 7.
  14. Muji Sunarti (18 tahun), kelas III SMA Pandu
  15. Hidza Lutfiyani (17 tahun), kelas III SMA Pandu
  16. Fitri Eni Marliza (17 tahun)
  17. Sutirman (22 tahun), mahasiswa STIE Pandu Madania semester 3.
  18. Asih Mega Yuni (17 tahun), siswa kelas III SMA Pandu
  19. Maesaroh Nurfaida (18 tahun), siswa kelas III SMA Pandu
  20. Abdul Muslih (19 tahun), alumni Teknik Otomotif SMK Pandu

Untuk saudara-saudara semua pengunjung blog, mohon doanya mudah-mudahan ke-20 siswa kami dapat menyelesaikan sampai tingkat I tanggal 26 Desember 2009 nanti.

Sunday, September 6, 2009

Gempa Bumi Menyisakan Kepiluan

Tanggal 2 September 2009, gempa bumi kembali menghantam Indonesia. Kini lokasi kejadiannya adalah di dekat Perairan Tasikmalaya, Jawa Barat. Tidak ada hal lain yang tersisa kecuali kepedihan yang mendalam. Oleh karena itu, kami, Keluarga Persaudaraan Setia Hati Terate Bogor, khususnya Rayon Pandu, Bogor Barat mengucapkan, "Turut Berbelasungkawa kepada Para Korban Gempat Bumi 2 September 2009". Mudah-mudahan korban meninggal mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan dan kepada korban luka, "Bersabarlah". Jika kejadian ini kita sikapi sebagai cobaan, maka hanyalah cobaan dan ujianlah yang kita jalani, bukan adzab (siksa).

Menyikapi kejadian-kejadian semacam itu - gempa bumi khususnya - yang siap menghantam kita setiap saat, karena negara kita dilewati oleh Ring of Fire (Rangkaian Gunung Api), kami ingin memposting tips-tips yang kami dapatkan dari forum diskusi Persaudaraan Setia Hati Terate Yahoo.

Berikut ini artikel tersebut:

Informasi dalam artikel ini mungkin dapat menyelematkan nyawa anda dari gempa bumi.

Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team Inernational (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. Ia telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerjasama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara, serta salah satu dari ahli PBB untuk menginvestigasi bencana selama 2 tahun. Ia telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia, sejak tahun 1985.

Pada tahun 1996, Doug bersama timnya membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang ia buat. Mereka meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan sekitar 20 boneka di dalamnya. 10 boneka menunduk dan berlindung dan 1o lainnya menggunakan metode bertahan hidup segita kehidupan.

Setelah simulasi gempat, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dokumentasi film mengenai hasilnya.

Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya, yakni segitiga kehidupan, mempunyaipeluang yang jauh lebih besar untuk bisa bertahan hidup, bahkan hingga 100 persen.

Film ini telah dilihat oleh jutaan oang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada, dan Amerika Latin.

Bangunan pertama yang ia masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City, pada gempat bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin selamat jika bebaring di samping meja masing-masing di lorong. Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur, sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan inilah yang saya sebut segitiga kehidupan. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar kosongnya, semakin besar kemungkinan utnuk orang yang menggukannya selamat dari luka-luka.

Suatu saat, anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah segitiga kehidupan yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umu.

Berikut ini ada 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi gempat bumi:
  1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meinggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
  2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga harus kita lakukan pada saat gempat. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
  3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Di samping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  4. Jika berada di tempat tidur pada saat gempa, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
  5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaringlah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
  6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut roboh ke depan atau ke belakang kita, kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut roboh ke samping, maka kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan selamat sangat mustahil.
  7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu runtuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jiak bangunan runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga harus tetap diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan maka akan semakin besar kemungkin jalur menyelematkan diri tertutup.
  9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan, ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki raungan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
  10. Saya menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan kora dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar di temukan di tumpukan kertas-kertas.
(Artikel Doug Copp mengenai Segitiga Kehidupan, Diedit untuk Briefing Komite Keselamatan MAA) (Sumber: kapanlagi.com)

Itulah artikel yang saya dapatkan dari forum diskusi SH Terate di Yahoo.com. Mudah-mudahan ini akan berguna bagi kita semua, jika seandainya suatu saat terjadi bencana gempa bumi. Di Indonesia, seringkali terjadi gempa bumi yang disebabkan oleh Ring of Fire yang melewati wilayah Indonesia, maupun lempeng-lempeng benua yang seringkali menimbulkan bencana gempa bumi akibat terjadi pergeseran lempeng tersebut.

Wednesday, August 12, 2009

Kabar Duka Warga PSHT dari Bojonegoro - Jawa Timur

Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Telah berpulang ke rahmatullah kadang sepuh SH Terate Mas Suyono, Warga Tingkat II dari Bojonegoro Jawa Timur pada hari ini Selasa, 12 Agustus 2009.

Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Untuk semua yang ditinggalkan keluarga diberi kesabaran. Dan untuk Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate mudah-mudahan sifat dan perilaku baik dan bijak almarhum dapat diikuti dan dijadikan tauladan. Aamiin.

Kami Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Pandu, Cabang Bogor menguncapkan turut berbelasungkawa sebesar-besarnya. Kami selalu mendoakan mudah-mudahan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Monday, July 27, 2009

Ujian Kenaikan Sabuk PSHT Cabang Bogor dari Hijau ke Putih


Siswa-Siswi Sabuk Putih (Baru) PSHT Pandu

Tanggal 26 Juli 2009 adalah salah satu hari bersejarah bagi 80 siswa hijau PSHT se Cabang Bogor (Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok) karena pada hari itu mereka mengikuti ujian kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke putih.

Saat Lari Keluar Padepokan PSHT Cabang Bogor

Bogor Barat mengirimkan 20 siswa hijau untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat tersebut, yang terdiri atas: 18 siswa dari Rayon Pandu dan 2 siswa dari Rayon Pelita. Kesan pertama mereka memasuki Padepokan PSHT Cabang Bogor adalah senang dan deg-degan. Senang karena bertemu dengan saudara-saudaranya dari ranting lain yang selama ini belum pernah ketemu. Deg-degan karena mereka harus diuji, mulai dari jurus, senam, toya, hingga sambung (tarung). Acara dimulai pada pukul 07.00 dengan lari ke luar padepokan hingga pukul 16.00.


Pembukaan Ujian Hijau ke Putih PSHT Cabang Bogor

Pelaksanakan ujian berjalan lancar meski ada beberapa siswa yang cedera, seperti pecah bibirnya sewaktu sambung, kaki bengkak, bahkan ada yang kakinya terluka hingga harus diperban. Tetapi semua itu dapat diobati dengan menyandar sabuk putih yang langsung diberikan seusai tes berakhir.

Pengurus PSHT Bogor (2 dan 3 dari Kanan adalah Ketua Dewan Penasihat - Mas Safari Widodo - dan Ketua Cabang - Mas Giri Santoso)

Ketua Dewan Penasihat Cabang Bogor (Mas Safari Widodo, Warga Tingkat II), Ketua Cabang (Mas Giri Santoso), Sekretaris (Mas Adrian), Bendahara (Mas Ali Mas'ud), dan Komisi Teknis dan Pelatihan sekaligus Ketua Panitia Ujian (Mas Suyatno) menyatakan bersyukur bahwa ujian berjalan lancar dan tertib. Beliau-beliau berpesan agar para siswa putih baru ini lebih rajin dalam latihan, memantapkan materi yang diberikan oleh para pelatihnya, juga lebih mendalami ke-SH-an agar ketika disahkan (insya Allah sekitar bulan Desember 2009).

Ketua Dewan Penasihat PSHT Cabang Bogor (Mas Safari Widodo, Tingkat II)

Friday, July 24, 2009

Mohon Doa dari Seluruh Kadang SH Terate di Manapun Berada (Gambar: Padepokan PSHT Cab. Bogor Tampak Dalam dan Luar)



Kami, Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bogor akan mengadakan ujian kenaikan tingkat (sabuk) dari Sabuk Hijau ke Putih yang insya Allah akan dilaksanakan hari Minggu, 26 Juli 2009. Rencana ujian akan diikuti oleh sekitar 100 siwa hijau dari:

1. Ranting Cibinong - Kabupaten Bogor

2. Ranting Cimanggis, Kota Depok

3. Ranting Depok

4. Ranting Kota Bogor (Bogor Barat - Rayon Pandu dan Rayon Pelita)

5. Ranting Ciawi, Kab. Bogor

6. Ranting Gunung Putri, Kab. Bogor

7. Ranting Cileungsi, Kab. Bogor

8. Ranting Parung, Kab. Bogor

9. Jembatan Hitam, Kota Bogor 

10. Dan beberapa ranting lain, yang lupa kami sebutkan. 

Kami mohon doa restunya mudah-mudahan ujian berjalan lancar, tanpa halangan apapun dan dapat lulus semuanya. Khusus dari Bogor Barat, kami mengirimkan 20 siswa: 18 dari Rayon Pandu dan 2 dari Rayon Pelita.